Untuk menggambar vektor dengan ekstensi EPS, Anda bisa menggunakan beberapa aplikasi desain grafis yang populer. Beberapa rekomendasi aplikasi yang bisa Anda coba antara lain Adobe Illustrator, CorelDRAW, Inkscape, dan Affinity Designer. Aplikasi-aplikasi ini mendukung format EPS dan menyediakan berbagai fitur untuk membuat dan mengedit gambar vektor.
7+ Rekomendasi Aplikasi Vector Terbaik di PC
Di era digital seperti sekarang, desain grafis sudah jadi bagian penting dari banyak aspek kehidupan—mulai dari membuat banner promosi, materi media sosial, hingga karya seni untuk hiburan. Salah satu teknik desain yang sering digunakan adalah desain vektor.
Apa Itu Desain Vector?
Contoh software vektor populer antara lain Adobe Illustrator dan CorelDRAW.
Rekomendasi Aplikasi Vector Terbaik di PC
Berikut adalah beberapa aplikasi vektor terbaik yang bisa kamu gunakan, baik gratis maupun berbayar.
1. Adobe Illustrator
Siapa yang tidak kenal aplikasi ini? Adobe Illustrator sudah jadi standar industri di dunia desain grafis.
-
Kelebihan: Fitur sangat lengkap, dari pewarnaan, efek, filter, hingga berbagai tool ilustrasi.
-
Kekurangan: Berbayar (ada beberapa fitur gratis, tapi terbatas).
-
Cocok untuk: Profesional atau desainer yang ingin hasil maksimal.
2. CorelDRAW
Saingan terberat Adobe Illustrator, dan sangat populer di Indonesia.
-
Kelebihan: Tampilan user-friendly, cocok untuk pemula hingga profesional. Ada fitur unik seperti Live Sketch dan konversi JPG ke vektor langsung.
-
Kekurangan: Berbayar, dengan opsi sekali bayar atau berlangganan.
-
Cocok untuk: Desainer yang sering membuat logo, brosur, atau ilustrasi detail.
3. Affinity Designer
Awalnya hanya untuk macOS, kini juga tersedia untuk Windows.
-
Kelebihan: Fleksibel, mudah digunakan, mendukung format AI dan PSD, dan cukup terjangkau (sekali bayar).
-
Kekurangan: Fitur belum selengkap Adobe Illustrator.
-
Cocok untuk: Desainer yang butuh software simpel tapi powerful.
4. Inkscape
Software open-source gratis yang sudah ada sejak 2003.
-
Kelebihan: Gratis, mendukung format SVG, CSS, dan XML, ringan, serta bisa otomatis menyimpan di cloud.
-
Kekurangan: Antarmuka kurang modern dibanding software premium.
-
Cocok untuk: Pemula atau desainer yang ingin opsi gratis tapi tetap fungsional.
5. Xara Designer
Aplikasi ini punya tampilan compact dan ramah pemula.
-
Kelebihan: Fitur lengkap untuk membuat logo, brosur, poster, hingga grafis web.
-
Kekurangan: Berbayar, dan kurang populer dibanding nama besar lainnya.
-
Cocok untuk: Desainer yang ingin proses cepat dan simpel.
6. Gravit Designer
Bisa diakses secara online maupun offline.
-
Kelebihan: Ada versi gratis, mudah digunakan, dan mendukung berbagai platform.
-
Kekurangan: Versi gratis terbatas (warna hanya RGB, ekspor maksimal 150dpi).
-
Cocok untuk: Belajar desain vektor atau proyek sederhana.
7. Vectr
Aplikasi desain vektor gratis berbasis web dengan tampilan simpel.
-
Kelebihan: Gratis, bisa ekspor ke SVG, PNG, atau JPG, serta mendukung kolaborasi lewat link.
-
Kekurangan: Fitur terbatas, hanya cocok untuk desain dasar.
-
Cocok untuk: Pemula atau kolaborasi cepat.
8. SVG-Edit
Aplikasi berbasis web yang sudah ada sejak 2009.
-
Kelebihan: Gratis, ringan, mudah digunakan.
-
Kekurangan: Hanya menyediakan fitur dasar.
-
Cocok untuk: Desain vektor sederhana langsung di browser.
Penutup
By. @Septadhana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar