Sebuah Drama Investigasi Energi Nasional
ADEGAN 1 — PAGI YANG BREBET
Lokasi: Bengkel “Surya Motor”, Lamongan.
Waktu: Pagi, 08.30 WIB.
Suara mesin motor batuk-batuk. Asap putih keluar dari knalpot. Mekanik-mekanik kebingungan.
MEKANIK ANAS:
(berteriak dari bawah jok motor)
Pak Rio! Nih motor pelanggan yang ke-15 rusak hari ini! Semua habis isi Pertalite dari SPBU yang sama!
RIO:
(melihat botol sampel bensin, mengocoknya perlahan)
Ada dua lapisan... ini bukan bensin murni. Lihat tuh, cairan jernih di dasar botol? Itu air atau... ethanol.
KAPOLRES AGUS:
(khawatir)
Berarti ada yang campur?
RIO:
Menatap mesin motor, lalu ke arah botol.
Lebih dari sekadar campur, Pak. Ini sabotase distribusi.
(Kamera close-up pada botol bensin — ada lapisan bening mengambang di bawah warna hijau muda bensin.)
ADEGAN 2 — SIDAK SPBU
Lokasi: SPBU Mojongapit, Jombang.
Waktu: Siang hari, 11.45 WIB.
Suhu 33°C. Polisi dan petugas Dinas Perdagangan turun ke lokasi.
IPDA HERU:
(sambil membuka tutup tangki bawah tanah)
Secara visual normal, Pak. Tidak ada kotoran.
RIO:
(meneteskan reagen kimia ke sampel)
Kita lihat reaksinya...
(Cairan berubah warna menjadi biru kehijauan. Tim menatap dengan tegang.)
RIO:
Etanol di atas 10 persen. Itu bukan standar RON 90.
Kalau begini, mesin injeksi bisa rusak permanen.
IPDA HERU:
Jadi Pertamina yang salah?
RIO:
(bersandar di tangki, tenang tapi tajam)
Belum tentu. Jalur distribusi panjang.
Saya curiga ada penyisipan di tengah jalan.
Kita cari siapa yang bermain di antara depot dan SPBU.
ADEGAN 3 — JEJAK TANGKI HANTU
Lokasi: Gudang logistik ilegal, Babat, Bojonegoro.
Waktu: Malam hari, 22.00 WIB.
Lampu sorot menyorot deretan drum berlabel “Ethanol 96%”.
RIO:
(berbisik ke tim taktis)
Matikan senter. Amati dulu pergerakan orang di dalam.
(Dari balik drum, terlihat dua pekerja menuangkan cairan bening ke dalam tangki truk.)
PEKERJA 1:
Pelan, bro! Kelebihan dikit nanti bensin berubah warna!
PEKERJA 2:
Santai aja, bos bilang biar irit! Etanol ini murah!
RIO:
(mengeluarkan kamera termal)
Tangki hantu... Mereka mencampur di titik transit, bukan di SPBU.
KOMANDAN TIM:
Kapan kita serbu?
RIO:
Sekarang. Jangan biarkan satu drum pun keluar dari sini.
(Serbuan dimulai. Polisi menyergap. Pelaku terkejut dan mencoba kabur.)
RIO (teriak):
Polisi! Letakkan selang dan angkat tangan!
(Salah satu pelaku mencoba menyalakan truk, tapi Rio menendang selang bensin hingga terlepas. Percikan etanol berhamburan.)
ADEGAN 4 — INTEROGASI
Lokasi: Ruang interogasi Polres Lamongan.
Waktu: 02.15 dini hari.
Lampu redup. Wira Santoso, operator tangki, duduk gelisah.
RIO:
(tenang tapi tajam)
Kamu ngerti berapa banyak orang yang motornya rusak gara-gara oplosanmu?
WIRA:
(suara gemetar)
Saya cuma nurut, Pak... bos bilang cuma campur dikit. Katanya aman.
RIO:
(berdiri, menatap wajah Wira)
Bos kamu siapa?
WIRA:
(suara pelan)
PT Surya Energi Mandiri... mereka punya kontrak angkut BBM dari Gresik. Tapi sebagian dikirim ke gudang kami dulu...
RIO:
(ke petugas)
Catat. Ini bukan sekadar pencurian. Ini kejahatan distribusi nasional.
ADEGAN 5 — RAPAT KOMISI ENERGI DPR
Lokasi: Gedung DPR RI, Jakarta.
Waktu: Dua hari kemudian.
KETUA KOMISI XII (BAMBANG P.):
Jadi, saudara Rio menyimpulkan bahwa pencampuran tidak dilakukan oleh Pertamina?
RIO:
Benar.
Etanol industri disusupkan di jalur distribusi swasta.
Kami punya bukti logistik digital, rekaman truk tangki yang berhenti di gudang ilegal, dan hasil lab kimia.
ANGGOTA DPR:
Jadi ini permainan mafia energi?
RIO:
Menatap seluruh ruangan dengan tenang.
Saya tidak menyebut nama. Tapi sistem pengawasan lemah. Dan itu dimanfaatkan.
(Ruang rapat hening. Kamera menyorot wajah-wajah tegang para anggota DPR.)
ADEGAN 6 — PEMBONGKARAN TERAKHIR
Lokasi: Gudang utama Babat, tengah malam.
Waktu: 29 Oktober 2025.
Tim gabungan Bareskrim, ESDM, dan Rio bergerak dalam gelap.
KOMANDAN TIM:
Target di depan. Lampu-lampu redup. Ada aktivitas.
RIO:
Baik, posisi kanan saya ambil. Kita tangkap hidup-hidup.
(Rio merayap mendekati pintu logam. Tiba-tiba suara deru truk terdengar — pelaku mencoba kabur.)
RIO:
(berlari)
Jangan biarkan kabur!
(Rio melompat ke sisi kanan truk, menembakkan alat pelacak ke bodinya. Truk berhenti setelah dikepung.)
PELaku:
Tolong, Pak! Kami cuma disuruh!
RIO:
(dingin)
Dan kamu hampir membakar seluruh kepercayaan rakyat.
ADEGAN 7 — PENUTUP
Lokasi: Kafe kecil di Surabaya.
Waktu: Sore hari, sepekan kemudian.
BERITA DI TV:
"Polisi dan ESDM berhasil mengungkap sindikat pencampuran Pertalite dengan etanol di tiga kabupaten Jawa Timur..."
RIO:
(menyeruput kopi, tersenyum tipis)
Keadilan memang lambat, tapi tak pernah berhenti.
(Kamera menyorot motor Rio di luar kafe — mesinnya halus, menderu lembut.)
NARATOR (voice-over):
Selama bahan bakar jadi nadi negeri, akan selalu ada yang mencoba menodainya demi laba. Tapi selama masih ada orang seperti Rio, kebenaran akan tetap menyala… seperti api yang jujur di tengah malam.
🎬 TAMAT
By. @RSW
Tidak ada komentar:
Posting Komentar